Tampilkan postingan dengan label Kisah Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Islami. Tampilkan semua postingan

Kisah Khalifah Umar bin Khattab dan Penggembala Kambing Yang Jujur

Kisah Khalifah Umar bin Khattab dan Penggembala Kambing

Kisah Khalifah Umar bin Khattab dan Penggembala Kambing Yang Jujur

Kisah ini sangat menarik dan mengharukan untuk dibaca. Sebuah kisah khalifah dengan seorang penggembala kambing. Dari mulut si penggembala kambing keluar kata-kata yang membuat sang Khalifah lemas.

Begini kisahnya.

Pada suatu pagi yang cerah, Abdullah bin Dinar berjalan bersama khalifah Umar bin Khattab dari Madinah menuju Mekkah. Dan di tengah perjalanan, mereka berdua bertemu dengan anak gembala.
Rupanya, sang Khalifah ingin menguji si gembala tersebut.

"Wahai anak gembala, juallah kepadaku seekor anak kambing dari ternakmu itu, "ujar khalifah.
"Aku hanya seorang budak, "jawab si gembala.
"Kambingmu itu amat banyak, apakah majikanmu tahu?" kata khalifah membujuk.
"Tidak, majikanku tidak tahu berapa ekor jumlah kambingnya, dan tidak tahu berapa yang lahir dan yang mati. Tidak pernah memeriksa dan menghitungnya, "kata anak gembala.


Khalifah terus membujuk, "kalau begitu meski hilang satu, majikanmu takkan tahu. Atau katakan saja pada tuanmu kalau anak kambing dimakan serigala."
"Ini uangnya, ambil saja untukmu untuk membeli baju dan roti, "kata khalifah yang terus membujuk.

Di luar dugaan, anak gembala ini tetap saja tak bergeming dan mengabaikan uang yang disodorkan.

Si gembala terdiam sejenak. Ditatapnya wajah Amirul Mukminin. Kemudian dari mulutnya keluar kata-kata yang menggetarkan hati Khalifah Umar.
"Jika Tuan menyuruh saya berbohong, lalu dimana Allah? Bukankah Allah Maha Melihat? Apakah Tuan tidak yakin bahwa pasti Allah mengetahui siapa yang berdusta? "kata anak gembala.

Umar bin Khattab langsung gemetar mendengar ucapan si anak gembala. Rasa takut menjalari seluruh tubuhnya, persendian tulangnya terasa lemah saat itu.

Khalifah menangis mendengar kalimat tauhid yang mengingatkannya pada keagungan Allah SWT dan tanggungjawabnya di hadapan-Nya kelak kemudian hari.

Singkat cerita, akhirnya khalifah memerdekakan anak mulia tersebut.

Begini Cara Umar bin Khattab Mencari Menantu

Begini Cara Umar bin Khattab Mencari Menantu

Begini Cara Umar bin Khattab Mencari Menantu

Kisah Teladan Islami hadir kembali menyapa sahabat semuanya yang sore ini mengambil judul Cara Umar bin Khattab Mencari Menantu. Menarik dan cocok dibaca oleh semua kalangan terutama mereka yang saat ini sedang mencarikan pendamping untuk anaknya agar mendapatkan menantu yang soleh dan solehah.

Sudah menjadi kebiasaan Khalifah Umar bin Khattab belusukan hingga ke daerah-daerah untuk melihat secara langsung apa kegiatan warganya sehingga mengetahui apa saja yang kurang dalam dia memimpin. Gaya seperti inilah yang dilakukan juga oleh Presiden Indonesia, Bapak Jokowi.

Umar bin Khattab belusukan kesana kemari bukan saja mendengar langsung apa yang diinginkan rakyatnya saja, dari aktivitasnya itu pula ia akhirnya mendapatkan menantu yang baik. Bagaimana kisahnya.

Berikut Kisahnya

Khalifah Umar bin Khattab ra adalah khulafaurrasyidin setelah Khalifah Abu Bakar ra. Dalam menjalankan kepemimpinannya, Umar bin Khattab banyak melakukan blusukan. Ia terjun langsung ke masyarakat yang dipimpinnya untuk mengetahui apa saja yang dikehendaki rakyatnya.

Dikisahkan dalam kitab Hikayatu Islamiyyah Qabla an-Naum karya Najwa Husain Abdul Aziz, pada suatu malam khalifah Umar bin Khattab melakukan blusukan dengan ditemani ajudannya. Di tengah-tengah blusukannya itu, Umar pun merasakan lelah sehingga memutuskan untuk beistirahat di sebuah tempat.

Dialog Ibu dan Anak

Pada saat khalifah dan ajudannya tengah beistirahat, mereka tidak sengaja mendengar percakapan antara ibu dan anak gadisnya.

"Wahai anakku, campurkanlah susu yang kamu perah tadi dengan sedikit air," perintah seorang ibu.
Sang gadis merasa heran dengan perintah itu karena baru kali ini ibunya melakukan hal ini.

Dengan kata-kata yang sangat sopan, si gadis mencoba untuk menolak permintaan ibunya.
"Maat ibu, apakah ibu tidak pernah mendengar perintah Amirul Mukminin Umar bin Khattab untuk tidak menjual susu yang dicampur dengan air?" ujar sang gadis.
"Iya, ibu juga pernah mendengar perintah tersebut," jawab si ibu.

Kemudian ibunya berkilah,
"Tetapi, mana ada khalifah sekarang? Apakah dia melihat kita? Ayolah anakku, laksanakanlah perintah ibumu ini, ini juga hanya mencampur sedikit air saja kok."

Dapat Menantu Salehah

Sang gadis kali ini terdiam saja. Ia masih belum tahu jalan pikiran ibunya yang dengan rela hati menyuruhnya melakukan kebatilan demi meraup keuntungan. Akan tetapi beberapa saat kemudian sang anak gadis mulai bekata-kata lagi.

Sang gadis berkata,
"Dia (khalifah) memang tidak melihat kita, akan tetapi Rabb-nya melihat kita dan demi Allah saya tidak akan melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah dan melanggar seruan Khalifah Umar bin Khattab untuk selama-lamanya."

Setelah mendengar percakapan gadis dengan ibunya tersebut, Umar dan ajudannya langsung pulag ke rumah.

Sesampainya di rumah, Umar bin Khattab bercerita tentang pengalaman blusukan tadi malam dan meminta putranya, 'Ashim bin Umar untuk menikahi gadis yang salehah tersebut. Ia ingin menjadikan gadis salehah tersebut sebagai menantunya.

Kelak Cicitnya Menjadi Khalifah ke 5

Maka menikahlah 'Ashim bin Umar dengan gadis pilihan ayahnya. Dari pernikahan, Umar dikarunia cucu perempuan yang bernama Laila atau yang biasa disebut dengan Ummu Ashim. Dan dari Ummu Ashim inilah lahir seorang pemimpin yang hebat dan terkenal yang bernama Umar bin Abdul Aziz. Seorang khalifah kelima yang sangat adil, zuhud dan bijaksana.

INILAH Tanda-tanda Utama Hari Kiamat Tiba

7 Tanda-tanda Utama Hari Kiamat Tiba


Tanda-tanda Utama Hari Kiamat Tiba

Tanda tanda-tanda kiamat kecil dan besar


Di antara tanda-tanda kiamat kecil ialah muncul banyak fitnah, banyak terjadi pembunuhan, perbuatan hina merajalela, perbuatan keji dan kemungkaran semisal zina, minum arak, perjudian, merasa bangga dengan perbuatan buruk dilakukan secara terang-terangan. Sehingga, orang yang berpegang teguh pada agamanya bagaikan orang yang menggenggam bara api.

Demikianlah pula termasuk di antara tanda-tanda kiamat kecil ialah dicabutnya ilmu, kebodohan nampak, kuantitas kaum perempuan banyak sekali, kaum laki-laki hanya sedikit, sutra banyak dipakai, banyak orang menjadi penyanyi, seseorang melewati kuburan orang lain, lalu dia berkata, “Seandainya saja aku berada di posisi dia.”

Termasuk di antara tanda-tanda kiamat kecil ialah muncul para dai yang menyesatkan, para pemimpin yang menyimpang, amanat disia-siakan dengan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya. Demikian pula minimnya kebaikan, jarang hujan, sering terjadi gampa, banjir, harga-harga barang melangit, kaum perempuan keluar dengan menanggalkan pakaian, berpakaian tapi telanjang.

Di samping itu, termasuk di antara tanda-tanda kiamat kecil ialah terjadinya peperangan yang menentukan antara kaum Yahudi dan kaum muslimin. Akhirnya kaum muslimin membunuh mereka sehingga orang-orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, lalu pohon atau batu tersebut berbicara, “Wahai orang muslim, wahai hamba Allah! Ini orang Yahudi di belakang saya. Kemarilah, bunuh dia!” Kecuali pohon Gharqad, karena sesungguhnya pohon Gharqad termasuk pohon orang Yahudi.

Di samping itu, termasuk tanda-tanda kiamat kecil ialah waktu berjalan terasa cepat, sehingga setahun seakan-akan hanya sebulan, sebulan seakan-akan hanya satu jam, dan satu jam bagaikan bara api yang membakar.

Termasuk pula di antara tanda-tanda kiamat kecil ialah menyia-nyiakan shalat, menuruti hawa nafsu, Orang pendusta dibenarkan, dan orang yang jujur didustakan, orang yang berkhianat dianggap dapat dipercaya, orang yang dapat dipercaya dianggap berkhianat. Alquran menjadi lenyap. Yang tersisa hanyalah tulisannya, mushaf-mushaf dihias dengan emas, kaum perempuan jadi pembicara, dan masjid-masjid juga dihias.

Diantara tanda-tanda kiamat besar ialah sebagai berikut:

Terbitnya matahari dari arah barat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kiamat tidak akan datang sebelum matahari terbit dari arah Barat. Apabila orang-orang melihat hal ini, maka semua orang yang ada di atasnya beriman. Hal ini pada saat tidak berguna lagi iman seseorang yang memang belum beriman sebelum itu, atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu.”

Kabut

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Maka Tunggulah pada hari ketika langit membawa kabut yang tampak jelas yang meliputi manusia. Inilah adzab yang pedih.” (QS. Ad-Dukhan: 10-11)

Yang dimaksud dengan dukhan dalam ayat ini ialah kabut tebal yang memenuhi antara langit dan bumi yang muncul sebelum kiamat datang yang mengambil nafas orang-orang kafir sehingga mereka hampir tercekik sedangkan bagi orang-orang mukmin seperti mengalami pilek. Kabut ini berlangsung di muka bumi selama empat puluh hari.

Munculnya Dabbah (binatang) yang dapat berbicara dengan manusia

Di antara tanda-tanda kiamat besar ialah keluarnya Dabbah (binatang) dari dalam bumi yang dapat berbicara dengan manusia dengan bahasa yang fasih yang dapat dipahami oleh semua yang mendengarnya. Dabbah itu mengabarkan kepada mereka bahwa manusia dahulu tidak beriman kepada ayat-ayat Allah. Dabbah ini muncul di akhir zaman pada saat manusia telah mengalami kebobrokan, mereka meninggalkan perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan mengganti agama yang benar.

Lantas Dabbah berbicara kepada mereka, “Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat kami.” Dabbah ini keluar dengan membawa tongkat Nabi Musa ‘alaihissalam dan cincin Nabi Sulaiman ‘alaihissalam. Hidung orang-orang kafir diberi cap dengan cincin. Dan wajah orang mukmin menjadi terang berkat tongkat tersebut sehingga dapat dikenali antara orang mukmin dan orang kafir.

Munculnya al-Masih Dajjal

Dia dinamai al-A’war ad-Dajjal karena dia buta sebelah matanya yang kanan. Fitnahnya merupakan fitnah terbesar yang menimpa orang-orang di akhir zaman. Al-A’war ad-Dajjal tidak hanya mengaku-aku sebagai nabi, bahkan dia juga mengaku-aku sebagai tuhan. Muncul beberapa hal-hal yang luar biasa melalui kedua tangannya sebagai bentuk istidraj dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya dan sebagai ujian bagi para manusia. Dia berkata kepada langit, “Hujanlah!” Maka langit pun menurunkan hujan. Dia berkata kepada bumi, “Keluarkanlah tanamanmu dan kekayaan yang kau pendam!” Maka bumi pun mengeluarkannya. Dia dapat membunuh manusia lalu menghidupkannya kembali. Dia mengelilingi seluruh permukaan bumi.

Semua daerah yang dia masuki pasti dia berbuat kerusakan di dalamnya kecuali Mekah dan Madinah. Sebab, jika dia hendak memasukinya, dia menjumpai malaikat yang menjaganya, makanya dia kembali dan gagal. Dajjal kali pertama muncul di sebuah kota yang bernama Asfihan. Pada awalnya dia diikuti oleh tujuh puluh ribu orang Yahudi.

Kemudian dia diikuti oleh orang-orang rendahan, orang-orang bodoh, dan rakyat jelata. Dia berada di muka bumi selama empat puluh hari. Ada sehari yang bagaikan setahun. Ada yang sehari bagaikan sebulan. Dan ada sehari yang bagaikan sepekan. Selebihnya, hari-hari sebagaimana hari-hari biasa.
Semua keterangan ini terdapat di dalam hadis-hadis shahih. Kami akan menuturkan sebagian di antaranya dengan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak ada seorang nabi pun melainkan memberi peringatan kepada umatnya mengenai orang buta sebelah yang pendusta. Ingalah bahwa dia buta sebelah. Sesungguhnya Rabb kalian tidak buta sebelah. Di antara kedua matanya tertulis ‘kafir’ yang dapat dibaca oleh semua muslim.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya Dajjal keluar dengan membawa air dan api. Maka, air yang dilihat oleh orang-orang sesungguhnya adalah api yang membakar. Sedangkan api yang dilihat oleh orang-orang, sesungguhnya adalah air yang dingin dan segar. Barangsiapa di antara kalian yang menjumpai hal ini, maka hendaklah dia menjatuhkan diri pada sesuatu yang dilihatnya api, karena sesungguhnya hal itu adalah air segar yang baik.”

An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menuturkan tentang Dajjal pada suatu pagi. Beliau merendahkan tetapi juga meninggikan suaranya, sampai-sampai kami menduga bahwa Dajjal berada di satu sisi pohon kurma.” (Maksudnya, beliau merendahkan suaranya dengan menyebutkan bahwa dia buta sebelah dan di antara kedua matanya tertulis ‘kafir’. Beliau juga memandang besar fitnah Dajjal karena mencakup hal-hal yang luar biasa. Artinya, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh mengganggap dekat munculnya Dajjal. Beliau menggunakan redaksi yang bermacam-macam, baik yang merendahkan maupun yang meninggikan –redaksi sehingga kami menduga- untuk bersungguh-sungguh dalam menganggap dekat –bahwa Dajjal berada di satu sisi pohon kurma- di (Madinah).

Beliau bersabda, “Selain Dajjal yang lebih saya khawatirkan atas diri kalian. Apabila dia muncul sedangkan saya masih ada di antara kalian, maka sayalah yang akan mematahkan hujjahnya untuk membela kalian. Apabila dia muncul dan saya sudah tidak ada di antara kalian, maka tiap-tiap orang membela dirinya sendiri. Allah yang menggantikan diriku atas setiap orang muslim. Dajjal adalah pemuda yang berambut keriting, matanya sayu, seakan-akan saya menyamakannya dengan Abdul Uzza bin Qathan (seseorang yang binasa pada masa jahiliyah). Barangsiapa bertemu dengannya, maka bacakan kepadanya bagian pembukaan surat Al-Kahfi. Dia muncul di daerah antara Syiria dan Irak. Dia membuat banyak kerusakan di kanan dan di kiri. Wahai hamba-hamba Allah! Tetaplah (pada keimanan dan janganlah melenceng darinya).” Kami bertanya, “Wahai Rasulullah! Berapa lama dia berada di muka bumi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Empat puluh hari. Yang sehari bagaikan setahun. Sehari lagi bagaikan sebulan. Dan sehari lagi bagaikan sepekan. Sedangkan hari-hari lainnya seperti hari-hari biasa.”

Kami kembali bertanya, “Wahai Rasulullah! Pada sehari yang bagaikan setahun, cukupkah bagi kami melakukan shalat untuk sehari dalam hari tersebut?”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak. Perkirakanlah kadar waktunya.”
Kami bertanya lagi, “Wahai Rasulullah! Seperti apakah kecepatan Dajjal di bumi?”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Bagaikan mendung yang ditiup angin. Dia mendatangi suatu kaum, lalu dia mengajak kaum tersebut, kemudian mereka beriman kepadanya dan menerimanya. Lantas dia memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, maka langit pun menurunkan hujan. Dia memerintahkan bumi untuk mengeluarkan tanaman, lantas bumi pun menumbuhkan tanamannya, sehingga binatang-binatang ternak mereka kembali di penghujung siang dalam keadaan yang sangat baik, punuknya besar, serta gemuk dan kenyang. Kemudian dia mendatangi kaum lain, lalu dia mengajak kaum tersebut, dan ternyata kaum ini menolaknya (mereka masih teguh dengan ketauhidannya), lantas dia berpaling dari kaum tersebut, lantas mereka mengalami paceklik (tidak ada hujan turun di wilayah mereka dan rerumputan menjadi kering). Tidak ada harta apa pun di tangan mereka dan mereka berjalan melewati reruntuhan, kemudian Dajjal berkata pada reruntuhan tersebut, ‘Keluarkanlah harta pendamanmu,’ maka harta pendaman reruntuhan tersebut mengikutinya sebagaimana ratu lebah. Selanjutnya Dajjal memanggil seorang pemuda kekar, lalu dia membelahnya dengan pedang menjadi dua bagian yang terpisah jauh sejauh lemparan, kemudian dia memanggilnya lagi, lantas potongan tubuh itu menghadap dengan wajah yang berseri-seri sambil tertawa.

Dalam kondisi yang demikian, selanjutnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Nabi Isa Al-Masih bin Maryam ‘alaihissalam. Beliau turun di menara putih sebelah timur Damaskus, mengenakan dua pakaian yang diwarnai, seraya meletakkan kedua telapak tangannya pada sayap dua malaikat. Ketika beliau menundukkan kepalanya, keringat bercucuran bagaikan permata. Orang kafir tidak mungkin mencium nafasnya kecuali langsung mati. Nafas beliau sampai sejauh mata memandang. Kemudian Nabi Isa mencari Dajjal sehingga beliau menemukannya di Bab Lud (nama tempat Syiria) lalu nabi Isa membunuhnya. Selanjutnya Nabi Isa mendatangi kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari Dajjal, lalu beliau mengusap wajah-wajah mereka, beliau menjelaskan kepada mereka derajat mereka di surga.

Dalam kondisi demikian, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi wahyu kepada Nabi Isa ‘alaihissalam, ‘Sungguh, Aku telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku. Tidak ada seorang pun yang mempunyai kemampuan untuk memerangi mereka. Kumpulkanlah mereka ini ke bukit Tursina (Jadikanlah bukit Tursina sebagai benteng).’ Selanjutnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengirim Ya’juj Ma’juj. Mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Orang pertama di antara mereka melewati danau Thabariyah, lalu mereka meminum airnya. Orang terakhir juga melewatinya, lalu mereka berkata, ‘Sungguh, tadi ada di danau ini banyak airnya.’ Nabi Isa ‘alaihissalam beserta sahabat-sahabatnya semakin kepepet, sehingga kepala sapi bagi salah seorang di antara mereka lebih baik dari pada seratu dinar bagi kalian semua hari ini (lantaran mereka sangat membutuhkan makanan), kemudian Nabi Isa beserta sahabat-sahabatnya berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Mereka memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar gangguan Ya’juj Ma’juj segera dihilangkan), lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengirim cacing di dalam hidung unta dan kambing pada leher-leher mereka. Lantas mereka pun mati sekaligus. Kemudian Nabi Isa ‘alaihissalam beserta sahabat-sahabatnya turun ke bumi. Ternyata mereka tidak menemukan tempat sejengkal pun di muka bumi kecuali dipenuhi oleh bau busuk. Lantas Nabi Isa beserta sahabat-sahabatnya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian Allah mengirimkan burung-burung semisal leher unta. Burung-burung itu membawa bangkai Ya’juj Ma’juj lalu dilemparkan sesuai kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengirimkan hujan yang tidak dapat ditahan oleh tanah keras dan gandum. Maka, bumi pun dicuci bersih sehingga seperti kaca. Kemudian dikatakan kepada bumi, ‘Tumbuhkanlah buah-buahmu dan kembalikanlah berkahmu.’ Pada hari itu sekelompok orang memakan delima dan mereka berteduh dengan kulitnya, air susu sangat diberkahi. Bahkan, seekor unta yang hampir melahirkan mencukupi untuk sekelompok orang banyak. Seekor sapi yang hampir melahirkan mencukupi untuk satu kabilah. Seekor kambing yanghampir melahirkan mencukupi satu suku. Dalam kondisi demikian, tiba-tiba Allah Subhanahu wa Ta’ala mengirimkan angin yang baik, lalu angin ini mengena mereka di bawah ketiak mereka, sehingga ruh setiap orang mukmin dan muslim dicabut. Yang masih tersisa tinggal orang-orang jahat. Orang-orang pun melakukan hubungan seks sebagaimana keledai (artinya, lelaki dan perempuan melakukan hubungan seks secara terang-terangan di hadapan banyak orang bagaikan keledai). Maka, dalam kondisi demikian datanglah hari kiamat.” (HR. Muslim)

Turunnya Nabi Isa bin Maryam ‘alaihissalam

Termasuk di antara tanda-tanda kiamat besar ialah turunnya al-Masih Nabi Isa bin Maryam ‘alaihissalam. Alquran dan hadis-hadis telah menunjukkan hal ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Tidak ada seorang pun di antara ahli kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. Dan pada hari kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi mereka.” (QS. An-Nisa: 159)
Artinya, tidak ada seorang pun dari ahli kitab melainkan akan beriman kepada Nabi Isa ‘alaihissalam menjelang kematiannya dan pada hari kiamat Nabi Isa ‘alaihissalam akan memberi kesaksian kepada mereka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan sungguh, dia (Isa) itu benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang (kiamat) itu dan ikutilah aku. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Az-Zukhruf: 61)

Sesungguhnya turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam merupakan tanda-tanda kiamat sudah dekat. Terdapat beberapa hadis mutawatir mengenai turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam. Sekarang ini Nabi Isa ‘alaihissalam hidup di langit. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengangkat ruhnya dan jasadnya kehadirat-Nya. Beliau akan turun ke bumi sebagai hakim yang adil yang menetapkan hukum berdasarkan syariat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Asy-Syaikhani meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Dzat yang menguasai jiwaku. Sungguh, putra Maryam akan turun kepada kalian semua sebagai hakim yang adil. Lalu dia menghancurkan salib, membunuh babi, dan meniadakan pajak. Harta pun melimpah-limpah sehingga tidak ada seorang pun yang mau menerima (pemberian orang lain). Sehingga sujud sekali lebih baik dari pada dunia dan isinya.” Terdapat di dalam hadis-hadis shahih pula bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam adalah orang yang akan membunuh Dajjal. Dan setelah misi Nabi Isa bin Maryam ‘alaihissalam selesai, beliau meninggal dunia, lalu kaum muslimin menshalatinya dan dimakamkan di kamar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang suci.

Keluarnya Ya’juj Ma’juj

Ya’juj Ma’juj disebutkan di dalam Alquran Al-Karim di dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Mereka berkata, ‘Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?’.” (QS. Al-Kahfi: 94)

Ya’juj Ma’juj merupakan kabilah dari keturunan Yafits bin Nuh. Mereka keluar di akhir zaman setelah dinding penghalang yang dibuat oleh Dzulqarnain jebol. Lantas mereka membuat kerusakan di muka bumi dengan berbagai macam tindakan keji dan kerusakan. Saking banyaknya, mereka memakan makanan dan tanaman apa saja yang dijumpainya dan meminum danau Thabariyah sampai seakan-akan tidak pernah ada airnya.

Keluarnya api yang menggiring manusia ke padang Mahsyar
Api ini keluar dari tanah ‘Adn, yaitu api besar yang menakutkan. Tidak ada sesuatu pun yang dapat memadamkannya. Api ini menggiring manusia ke padang Mahsyar. Demikianlah di antara tanda-tanda kiamat besar. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menyelamatkan kita dari api dunia dan akhirat dan semoga Dia menyelamatkan kita dari kengerian kiamat berkat anugerah-Nya dan kemuliaan-Nya. Sungguh, Dia Maha Mendengar dan Mahadekat.

Sumber: Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan 1

Artikel www.KisahMuslim.com

Keberadaan Ruh Setelah Terpisah dari Badan

Keberadaan Roh Setelah Terpisah dari Badan

Keberadaan Roh Setelah Terpisah dari Badan

Al-Barra bin Azib radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan,
“Kami keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengurusi jenazah seorang laki-laki dari kalangan sahabat Anshar. Lantas kami sampai di kuburan yang belum digali. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk dan kami pun duduk di sekeliling beliau seakan-akan kepala kami dihinggapi burung.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Mohonlah kalian perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari siksa kubur.’ (sebanyak dua kali atau tiga kali).

Kemudian beliau bersabda lagi, ‘Sesungguhnya seorang hamba yang beriman jika terpisah dari dunia dan menuju ke akhirat, niscaya dia didatangi malaikat dari langit yang wajahnya putih bagaikan mentari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga, lalu duduk di dekatnya. Selanjutnya datanglah malaikat maut dan duduk di samping kepalanya. Malaikat maut itu berkata, ‘Wahai jiwa yang baik! Keluarlah menuju ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ridha-Nya.’ Lantas nyawanya pun keluar dan mengalir sebagaimana mengalirnya tetesan air dari wadahnya. Ketika malaikat mengambil nyawanya, maka dia tidak membiarkan nyawa tersebut berada di tangannya sekejap mata pun, melainkan mereka meletakkannya di dalam kafan dan wewangian tersebut. Dan dari nyawanya tersebut muncul keharuman bagaikan misk (kasturi) terharum yang ada di muka bumi.’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan kisahnya, ‘Kemudian mereka membawa nyawa tersebut naik. Mereka tidak melewati sekelompok malaikat melainkan mereka berkata, ‘Ruh siapakah yang wangi ini?’ Mereka menjawab, ‘Ruh fulan bin fulan,’ dengan menyebut nama terbaik sebagaimana dia bisa dipanggil di dunia. Sehingga para malaikat yang membawa nyawa tersebut sampai di langit dunia, lalu mereka meminta agar dibukakan pintu nyawa tersebut. Kemudian dibukakan pintu untuknya.

Selanjutnya malaikat muqarrabun dari masing-masing langit mengantarkannya sampai ke langit berikutnya sehingga sampai ke langit ketujuh. Lantas Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Tulislah buku catatan amal hambaku ini di Illiyyin dan kembalikan dia ke bumi, ke tanah sebagaimana dahulu Aku menciptakan mereka dari tanah, dan dari sanalah Aku akan mengeluarkan mereka pada waktu yang lain’.’

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam masih melanjutkan kisahnya,
‘Selanjutnya ruhnya dikembalikan pada jasadnya, lalu dia didatangi dua malaikat, lalu keduanya mendudukkannya dan bertanya kepadanya, ‘Siapa Rabbmu?’ Dia menjawab, ‘Rabbku adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala.’ Keduanya bertanya lagi, ‘Apa agamamu?’ Dia menjawab, “Agamaku Islam.’ Keduanya melanjutkan, ‘Siapakah lelaki yang diutus untuk kalian ini?’ Dia menjawab, ‘Dia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Keduanya bertanya lagi, ‘Apa yang menyebabkanmu mengetahuinya?’ Dia menjawab, ‘Saya membaca kiatb Allah, lalu saya beriman kepadanya dan membenarkannya.’ Lantas di langit ada yang mengumandangkan, ‘Hambaku benar. Hamparkanlah untuknya permadani dari surga, berilah dia pakaian dari surga dan bukakan untuknya pintu ke arah surga, lalu didatangkan padanya angin dan semerbak keharuman surga.

Kemudian kuburnya dilapangkan sebatas mata memandang. Selanjutnya dia didatangi sesosok yang tampan wajahnya, bagus pakaiannya, dan harum baunya. Ia berkata, ‘Bergembiralah engkau dengan sesuatu yang membuatmu gembira. Ini adalah harimu yang telah dijanjikan untukmu.’ Lantas dia bertanya kepadanya, ‘Kamu ini siapa?’ Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kebaikan.’ Dia menjawab, ‘Saya adalah amal kebajikanmu.’ Lalu dia berkata, ‘Ya Rabbi! Datangkanlah hari kiamat sehingga saya dapat kembali pada keluargaku dan hartaku’.’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan kisahnya,
‘Sesungguhnya hamba yang kafir apabila terpisah dari dunia dan menuju akhirat, maka turun kepadanya malaikat dari langit yang wajahnya hitam. Mereka membawa pakaian yang kasar, lalu mereka duduk di dekatnya. Selanjutnya malaikat maut datang hingga duduk di samping kepalanya, lalu dia berkata, ‘Wahai jiwa yang buruk! Keluarlah menuju murka dan kemarahan Allah Subhanahu wa Ta’ala.’ Lalu jiwanya terpisah-pisah di dalam jasadnya. Selanjutnya malaikat mencabutnya sebagaimana mencabut besi yang digunakan membakar daging dari bulu domba yang basah. Lalu malaikat mengambil nyawanya. Ketika dia telah mengambilnya, maka dia tidak membiarkan nyawa itu berada di tangannya meskipun sekejap mata melainkan mereka menaruhnya pada pakaian yang kasar itu. Dan dari nyawa tersebut keluar bau bagaikan bau bangkai paling busuk yang ada di muka bumi. Lalu mereka membawa nyawa tersebut naik. Mereka tidak melewati sekelompok malaikat melainkan mereka berkata, ‘Ruh siapakah yang busuk ini?’ Mereka menjawab, ‘Ruh fulan bin fulan,’ dengan menyebut nama terjelek sebagaimana dia biasa disebut di dunia, sehingga dia sampai ke langit dunia. Lalu dimintakan agar dibukakan pintu untuk nyawa tersebut, tetapi tidak dibukakan pintu untuknya.

Selanjutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat berikut:
“Tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka, dan mereka tidak akan masuk surga, sebelum onta masuk ke dalam lubang jarum.” (QS. Al-A’raf: 40)

Kemudian Allah berfirman, “Tulislah buku catatan amalnya di dalam Sijjin di bumi yang paling rendah. Maka, ruhnya dilemparkan begitu saja, kemudian Allah berfirman,

“Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka seakan-akan dia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (QS. Al-Hajja: 31)

Selanjutnya, ruhnya dikembalikan pada jasadnya, lalu dia didatangi dua malaikat, lalu keduanya bertanya kepadanya, ‘Siapa Rabbmu?’ Dia menjawab, ‘Aduh, aduh! Saya tidak tahu.’ Lantas keduanya bertanya lagi, ‘Apa agamamu?’ Dia menjawab, ‘Aduh, aduh! Saya tidak tahu.’ Keduanya melanjutkan, ‘Siapakah lelaki yang diutus untuk kalian ini?’ Dia menjawab, ‘Aduh, aduh! Saya tidak tahu.’ Lantas di langit ada yang mengumandangkan, ‘Dia dusta. Hamparkanlah untuknya tempat tidur dari neraka dan bukakan untuknya pintu ke arah neraka, lalu didatangkan padanya panas neraka dan angin panas neraka.

Kemudian kuburnya disempitkan sehingga tulang rusuknya menjadi bersilangan. Selanjutnya dia didatangi sesosok yang buruk wajahnya, jelek pakaiannya, dan berbau busuk. Dia berkata,  ‘Bergembiralah engkau dengan sesuatu yang menyusahkanmu. Ini adalah harimu yang telah diancamkan untukmu.’ Lantas dia bertanya kepadanya, ‘Kamu ini siapa? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan buruk.’ Dia menjawab, ‘Saya adalah amal burukmu.’ Lalu dia berkata, ‘Ya Rabbi! Jangan datangkan hari kiamat!’.”
(HR. Al-Baihaqi dengan sanad shahih).

Sumber: Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan 1

Artikel www.KisahMuslim.com

Kisah Inspiratif - Awal Sebuah Cinta dari Sebutir Apel

Kisah Inspiratif - Awal Sebuah Cinta dari Sebutir Apel

Waktu itu aku baru saja memasuki hari-hari sebagai seorang mahasiswa baru. Semuanya terasa begitu sempurna. Teman baru yang menyenangkan dan suasana baru yang penuh tantangan. Hingga suatu saat penyakit tifus datang menyapaku yang mengakibatkan aku terbaring di rumah sakit hampir sebulan lamanya.


Teman-temanku bergantian menengok dan memberiku dukungan, tidak sedikit pula yang berusaha menarik perhatianku dengan membawa serangkaian bunga atau kembang gula, namun ada seorang pria pendiam yang membuatku penasaran, dia mengaku salah satu dari teman sekelasku. Meski aku merasa pernah melihat wajahnya, aku tidak ingat dia ada di kelasku.

Adrien, nama pria itu. Ia selalu membawakanku sebutir apel setiap hari, hanya sebuah. Dia mengunjungiku dari hari pertama aku dirawat sampai akhirnya aku sembuh dan diizinkan pulang. Meski heran, aku mencoba menahan diri untuk bertanya mengapa dia hanya membawakanku sebutir apel setiap hari, bukan sebuket bunga, setidaknya sekeranjang apel, atau tidak sama sekali, itu tentu tidak akan lebih aneh daripada sebutir apel saja.

Saat aku kembali ke kampus, yang pertama kucari adalah Adrien. Aku selalu penasaran apakah dia benar teman sekelasku ? Ternyata dia memang ada di sana, duduk di kursi paling pojok dan seharian hanya tidur di kelas. Aku tak menyapanya dan melakukan kegiatan belajarku seperti biasanya. Tapi saat pulang, aku kembali menemukan sebutir apel di lokerku.

Keesokan harinya aku membangunkan tidurnya dan mengajaknya makan siang bersama. Kali ini aku tidak bisa menahan keingintahuanku tentang sebutir apel yang selalu diberikannya kepadaku.

Aku begitu terkejut ketika mendengar awal kisah sebutir apel itu ternyata dimulai olehku sendiri. Saat itu masa orientasi mahasiswa baru. Menurut Adrien, ia lupa membawa bekal karena terlambat bangun. Lalu seorang wanita bertubuh pendek, yaitu aku, menawarkan sebutir apel karena melihatnya tidak membawa bekal saat makan siang.

Ia bilang hatinya merasa tersentuh karena wanita itu tidak menanyakan alasannya tidak membawa bekal, meski mungkin lebih karena wanita itu tidak peduli padanya. Tetapi untuk pertama kalinya bagi Adrien, seorang yang tidak peduli padanya justru menyelamatkan dirinya hari itu.

Saat itu ia nyaris pingsan karena lapar dan tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa karena tidak ada orang yang dikenalnya. Sejak saat itu, ia mengaku sangat menyukai buah apel. Sebutir apel yang ia berikan setiap hari merupakan balasan kebaikanku dulu.

Ia mengandaikan buah apel sepotong cinta, ia berikan sebutir setiap hari dan akan selalu sama. Meski mungkin dia tidak menawarkan cinta yang berlebihan dengan sebuket mawar atau sekotak kembang gula, hanya sebutir apel sederhana, tapi baginya cintanya padaku tidak akan pernah berubah. Dia tidak mencoba menarik perhatianku dengan sesuatu yang wah, tapi hanya menawarkan sepotong cinta yang setia, cinta yang sederhana.

Aku mungkin merasa tidak percaya seorang Adrien yang agak antisosial bisa berpikir tentang cinta seperti sebuah apel, tapi dalam kenyataan hidup hal itu memang terjadi.

Kebaikan yang tidak kita sadari bisa menggugah perasaan seseorang sampai ia rela memberikan cintanya dengan tulus kepada kita. Jadi, buat kamu yang belum menemukan cinta, mungkin di suatu tempat kebaikan yang tidak kamu sadari itu justru bisa membuat orang jatuh cinta.

Kamu tidak perlu menarik perhatian dengan memberikan segala macam barang karena cinta itu adalah hal yang sederhana, tawarkan cinta seperti apa adanya, meski itu hanya sepotong saja.

Begini Cara Setan Membuat Manusia Malas

Begini Cara Setan Membuat Manusia Malas


Banyak sekali cara yang dilakukan setan untuk menggoda umat manusia. Apalagi ketika manusia akan menjalankan ibadah. Sepertinya setan tidak akan pernah ikhlas jika manusia melakukan ibadahnya dengan lancar. Berikut beberapa jebakan yang dibuat setan lakukan untuk membuat manusia malas untuk mengikuti suatu majelis.


Setan membeberkan cara setan membuat manusia malas ketika ditanya langsung oleh Rasulullah SAW.

Begini Kisah Tentang Cara Setan Membuat Manusia Malas


Diriwayatkan dalam kitab Durrah An Nashihin bahwa pada suatu saat, Rasulullah SAW bertemu dengan beberapa setan. Setan itu terlihat sedang berdiskusi dan menyiapkan rencana untuk menggoda manusia. Rasulullah SAW pun menanyakan apa rencana setan tersebut.

"Wahai setan laknatullah, apa yang sedang engkau lakukan?" tegur Rasulullah SAW.

"Aku sedang merencanakan sesuatu, ya Rasulullah," balas setan dengan jujur.

"Apa yang engkau rencanakan dengan umatku?" tanya Rasulullah SAW lagi.

"Wahai kekasih Allah, aku akan berkeliling untuk mencari orang yang akan pergi ke majelis ilmu," ujar setan yang mulai ketakutan.

Memang sudah kehendak dari Allah SWT, tiap kali setan ditanya oleh Nabi dan Rasul selalu berkata jujur dan tidak bisa berbohong lagi karena menurut beberapa riwayat kalau setan berani mengucapkan bohong maka mereka akan disulut dengan api di tempat itu jaga tidak pake nanti.

Rasulullah SAW pada saat itu juga melihat para setan sedang membawa seutas tali, sebuah pengait, segenggam paku, dan segenggam serbuk. Rasulullah SAW menanyakan untuk apa barang-barang tersebut.

"Apa yang akan engkau lakukan kepada umatku dengan barang-barangmu itu," papar Rasulullah SAW dengan nada keras dan tegas.

Mendengar nada Rasulullah SAW yang meninggi, para setan itu semakin terlihat ketakutan. Mereka lantas berterus terang dan tidak berani menyembunyikan rencana mereka.

Betul jua, akhirnya setan berkata dengan jujur mengenai siasat yang akan dijalankan kepada umat Nabi Muhammad SAW.

"Ya Rasulullah, dengan seutas tali ini aku akan mengikat siapapun yang akan pergi ke majelis ilmu, maka dia akan merasakan badannya berat untuk digerakkan sehingga mengurungkan niatnya untuk mengaji, "jawab setan.

"Apakah hanya dengan itu? "tanya Rasulullah SAW lagi.

"Apabila seutas tali itu tak mampu menghentikan langkah umatmu pergi ke majelis ilmu, maka aku akan gunakan pengait ini untuk menarik punggungnya dari belakang, sehingga dia menjadi malas untuk meneruskan perjalanan dan kembali ke rumahnya, "jelas setan yang tak menutupi sesuatu pun.

"Lalu bagaimana jika umatku tidak terpengaruh dengan pengait itu? "ujar Rasulullah SAW.

"Jika ada umatmu yang berhasil mematahkan pengaitku dan duduk di majelis ilmu itu, maka aku akan meletakkan paku-paku ini di bawah tempat duduknya agar ia tidak merasa betah di majelis itu dan memilih untuk pulang, "jelas setan lagi.

"Wahai setan laknatullah, ketahuilah bahwa perangkapmu itu tidak akan mampu menggoyahkan umatku yang ikhlas," ujar Rasulullah SAW.

"Ya Rasulullah, jika semua itu berhasil dilalui umatmu, ada satu lagi perangkapku, "sergah setan yang lain.

"Apakah itu?" tanya Rasulullah SAW.

"Yaitu aku akan menaburkan serbuk-serbuk ini di kedua mata umatmu sehingga mereka merasa mengantuk dan tidak menyimak apa yang disampaikan pembawa dakwah," tukas setan.

Setelah mendengar penjelasan setan, Rasulullah SAW menegaskan kepada umatnya untuk memperbanyak membaca ta'awudz untuk menghindari godaan setan. Selain itu, Rasulullah SAW dalam haditsnya menjanjikan kepada hambanya yang rajin menghadiri mejelis taklim dengan balasan kemudahan menuju surga.

Rasulullah SAW bersabda,

"Barang siapa yang menitis jalan mencari ilmu, maka Allah SWT akan memudahkan baginya jalan ke surga." (HR. Muslim).

DUNIA KESEHATAN

DUNIA ISLAM