Tampilkan postingan dengan label Tumbuh Kembang Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tumbuh Kembang Remaja. Tampilkan semua postingan

Remaja dan Tinggi Badan


remaja dan tinggi badan
gambar bersumber dari www.hariansumutpos.com
Remaja dan Tinggi Badan - Salah satu perubahan yang Kamu alami saat menginjak remaja dan pubertas adalah pertumbuhan tinggi badan yang cukup pesat. Pertumbuhan tinggi adalah hal yang biasa kamu alami, bedanya  adalah pertumbuhan yang dialami saat pubertas berlangsung lebih cepat. Pertumbuhan ini dikenal dengan istilah growth spurt atau pacu tumbuh. Bila saat biasa kamu hanya tumbuh beberapa sentimeter dalam setahun, saat pubertas bisa mencapai hingga 10 sentimeter atau lebih dalam setahun.

Pada umur 13-15 terjadi percepatan pertumbuhan tinggi badan yang disebut pacu tumbuh adolescen. Rata-rata tinggi badan saat lahir adalah 50 cm. Pada usia 13 tahun tinggi badan anak diperkirakan 3xTB lahir, sedangkan tinggi badan dewasa diperkirakan 3,5xTB lahir

Pacu tumbuh adolescen anak laki-laki berbeda dengan perempuan.  Pertubuhan tinggi badan wanita berlangsung pada awal masa pubertas, sedangkan pada laki-laki berlangsung pada akhir pubertas. Anak perempuan biasanya memulai pacu tumbuh adolescen kira-kira pada umur 10,5 tahun dan kira-kira mencapai puncak umur 12 tahun. Sedangkan anak laki-laki memulai pacu tumbuh dan mencapai puncak kira-kira 2 tahun berikutnya. Namun puncak anak laki-laki lebih tinggi. Kecepatan rata-rata seluruh tahun adalah 9,5 untuk anak laki-laki dan 8,1 untuk anak perempuan. Itulah mengapa pada usia Sekolah Menengah Pertama umumnya remaja perempuan lebih tinggi darpada laki-laki.

Pertumbuhan cepat perempuan akan berkurang saat mulai mengalami menstruasi. Setelah itu kebanyakan perempuan masih dapat tumbuh 1-3 tahun berikutnya akan tetapi dengan kecepatan yang menurun.  Sedangkan pada laki-laki perumbuhan melambat setelah memasuki usia 18 tahun dan dapat terus tumbuh dengan kecepatan lambat sampai usia 20 tahun.

Kita tidak dapat memperkirakan tinggi badan seseorang dengan tepat. Akan tetapi  perkiraan tinggi badan seseorang dapat diperkirakan dengan rumus berikut :

TB perempuan = (TB ayah-13 cm) + TB ibu  + 8,5 cm
                2
TB laki-laki = (TB ibu + 13 cm) + TB ayah  +  8,5 cm
                  2

Pertumbuhan tinggi badan anak ditentukan juga oleh faktor herediter atau keturunan, dengan kata lain tinggi badan orang tua juga berpengaruh terhadap tinggi badan kamu. Bila keluarga kamu sebagian besar pendek, maka besar kemungkinan kamu juga akan pendek. Faktor penentu tinggi badan seseorang lainnya adalah status gizi dengan kata lain makanan yang kita konsumsi, terutama makanan yang mengandung kalsium.

Pertumbuhan Fisik Remaja

Mengenal Pertumbuhan Fisik Remaja

 



pertumbuhan fisik remajaRemaja didefinisikan sebagai tahap perkembangan transisi yang membawa individu dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, yang ditandai dengan perubahan fisik karena pubertas serta perubahan kognitif dan sosial. Batasan remaja menurut WHO (Badan Kesehatan  Dunia) adalah usia 12 sampai 24 tahun.

Perubahan besar secara fisik, intelektual dan emosional pada seseorang yang menyebabkan konflik pada yang bersangkutan, serta menimbulkan konflik dengan lingkungannya. Banyak remaja yang mampu beradaptasi dengan baik terhadap perubahan yang terjadi pada dirinya, serta mampu beradaptasi dengan baik terhadap perubahan kebutuhan dan harapan dari orang tua dan masyarakatnya.

 

Pertumbuhan Tinggi dan Berat Badan


Seseorang akan mengalami pertumbuhan fisik yang sangat pesat pada usia remaja yang merupakan tahap pertama dari serangkaian perubahan yang membawa seseorang kepada kematangan fisik dan seksual.

Tinggi badan dan berat badan meningkat pertumbuhannya pada usia remaja. Pada usia 12 tahun, tinggi badan rata-rata remaja putra USA sekitar 150, sementara remaja putri sekitar 154 cm. Pada usia 18 tahun, tinggi rata-rata remaja putra USA sekitar 177 cm, sedangkan remaja putri hanya 163 cm. Kekepatan pertumbuhan tertinggi pada remaja putri terjadi sekitar usia 11 � 12 tahun, sementara pada remaja putra, dua tahun lebih lambat. Pada masa pertumbuhan maksimum ini, remaja putri bertambah tinggi badannya sekitar 3 inci, sementara remaja putra bertambah lebih dari 4 inci per tahunnya  Pertumbuhan berat badan ini lebih sulit diprediksi daripada tinggi badan, dan lebih mudah dipengaruhi oleh diet, latihan fisik, dan pola hidup.

Saat ini, remaja mengalami perubahan fisik (dalam tinggi dan berat badan) lebih awal dan cepat berakhir daripada orang tuanya. Sebagai contoh, seratus tahun yang lalu, remaja USA dan Eropa Barat mulai menstruasi sekitar usia 15 � 17 tahun, sekarang sekitar 12 � 14 tahun. Di tahun 1880, laki-laki mencapai tinggi badan sepenuhnya pada usia 23 � 24 tahun dan perempuan pada usia 19 � 20 tahun, sekarang laki-laki mencapai tinggi maksimum pada usia 18 � 20 dan perempuan pada usia 13 � 14 tahun. Hal ini terjadi sebagai akibat dari meningkatnya faktor kesehatan dan gizi, serta kondisi hidup yang lebih baik. Sebagai contoh, meningkatnya tingkat kecukupan gizi dan perawatan kesehatan, serta menurunnya angka kesakitan (morbiditas) di usia bayi dan kanak-kanak.

 

Pertumbuhan Tulang Otot dan Jaringan Lemak


Pada usia remaja, tubuh remaja putri lebih berlemak daripada remaja putra. Selama masa pubertas, lemak tubuh remaja putra menurun dari sekitar 18 � 19 % menjadi 11 % dari bobot tubuh. Sementara pada remaja putri, justru meningkat dari sekitar 21 % menjadi sekitar 26 � 27 % . Pada remaja akan terjadi pembesaran panggul yang sama pada laki-laki dan perempuan. Hanya saja karena pertumbuhan tubuhnya yang kurang, panggul wanita kelihatan lebih besar daripada laki-laki. Akibat pengaruh hormone Androgen maka akan tampak ciri khas remaja laki-laki yaitu bahu lebar, pinggul lebih sempit serta kaki yang lebih panjang. Hormon Androgen juga berperan pada pembentukan otot.

 

Pertumbuhan Organ Reproduksi


Pubertas adalah masa awal remaja yang titandai dengan perkembangan kematangan fisik dan seksual. Pubertas ditandai dengan terjadinya perubahan pada ciri-ciri seks primer dan sekunder. Ciri-ciri seks primer memungkinkan terjadinyanya reproduksi. Pada wanita, ciri-ciri ini meliputi perubahan pada vagina, uterus, tube fallopi, dan ovarium. Perubahan ini ditandai dengan munculnya menstruasi pertama. Pada pria, ciri-ciri ini meliputi perubahan pada penis, scrotum, testes, kelenjar prosta, dan vesikula seminalis. Perubahan ini menyebabkan produksi sperma yang cukup sehingga mampu untuk bereproduksi, dan perubahan ini ditandai dengan keluarnya sperma untuk pertama kali (biasanya melalui mimpi basah). Ciri-ciri seks sekunder meliputi perubahan pada buah dada, pertumbuhan bulu-bulu pada bagian tertentu tubuh, serta makin dalamnya suara. Perubahan ini erat kaitannya dengan perubahan hormonal. Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin, kemudian dilepaskan melalui aliran darah menuju berbagai organ tubuh.

Perkembangan organ reproduksi dipengaruhi oleh hormone estrogen pada perempuan dan testoteron pada laki-laki.  Hormon estrogen juga berperan dalam daur haid.

Kelenjar seks wanita (ovarium) dan pria (testes) mengandung sedikit hormon. Hormon ini berperan penting dalam pematangan seksual. Kelenjar pituitary (yang berada di dalam otak) merangsang testes dan ovaries untuk memproduksi hormon yang dibutuhkan. Proses ini diatur oleh hypothalamus yang berada di atas batang otak.

 

Dampak Pertumbuhan Fisik terhadap Kondisi Psikologis Remaja


Pertumbuhan fisik yang sangat pesat pada masa remaja awal ternyata berdampak pada kondisi psikologis remaja, baik putri maupun putra. Canggung, malu, kecewa, dll. adalah perasaan yang umumnya muncul pada saat itu.

Hampir semua remaja memperhatikan perubahan pada tubuh serta penampilannya. Perubahan fisik dan perhatian remaja berpengaruh pada citra jasmani (body image) dan kepercayaan dirinya.

DUNIA KESEHATAN

DUNIA ISLAM